Kamis, 05 Februari 2009

MAU TIDUR DI KELAS ???

Banyak memikirkan sesuatu dan memforsir diri untuk bekerja atau melakukan kegiatan yang diluar batas kemampuan tubuh, akan membuat lelah atau capai, dan otomatis akan terasa mengantuk yang tak terkendali, bila memaksakan diri untuk melanjutkan kegiatan akan terasa berat untuk membuka mata. Bagi siswa akan menjadi beban yang sangat menakutkan bila mengantuk di kelas, dan obat ngantuk adalah tidur.
Hampir tiap hari ada tugas atau pekerjaan rumah yang harus dikerjakan siswa, sementara siswa punya program sendiri diluar kegiatan sekolah. Lalu apakah ada dispensasi untuk siswa yang benar-benar memiliki daya tahan tubuh kurang maksimal untuk tidur sesaat di kelas atau di UKS atau diberi kesempatan mengatasi rasa kantuknya itu agar dapat mengikuti pelajaran dengan baik? Bila memaksakan diri mengikuti pelajaran sambil mengantuk tidak ada manfaatnya, yang ada hanya menambah masalah, sementara tidak ada dispensasi untuk tidur disekolah kecuali yang sakit boleh istirahat sebentar di UKS ( tidak untuk seharian, karena kalau sakit yang berat harus berobat atau pulang ).
Agar tidak mengantuk di sekolah, secara sederhana dapat dilakukan dengan cara membangunkan seluruh sel tubuh alias berolah raga pada pagi hari ( setelah bangun tidur ). Bisa menggerakkan badan / yang pasti seluruh badan ikut bergerak ( berenang atau lari ditempat ), tidak perlu lama tetapi yang diperlukan adalah yakinkan bahwa seluruh sel tubuh sudah bangun, karena sesungguhnya saat kita bangun tidur belum tentu sel-sel tubuh seluruhnya sudah bekerja dengan baik, apa lagi bila badan terlalu capai. Bila kita lakukan denga baik, maka setiap sel tubuh menghasilkan energi yang siap dipakai untuk beraktivitas, badan terasa ringan dan yang pasti tidak mengantuk.
Rasa kantuk dapat disebabkan karena energi yang akan digunakan untuk aktivitas belum cukup, dan saraf para simpatik akan memperlambat kerja sistem organ tubuh, badan terasa berat dan lemas, tetapi bila kita bangunkan sel-sel tubuh dengan olah raga pagi, maka energi akan cukup untuk beraktivitas, saraf simpatik yang memacu kerja semua sistem organ.... dan hasilnya selamat tinggal kantuk dan selamat mengikuti pelajaran di sekolah tanpa harus mengantuk. ( Lalu tidur di kelas...? ? ? .... Tidak... lah ....yauuu atau Iya... dong..... yukkkk??? )

Rabu, 04 Februari 2009

SIAPA BILANG " SERTIFIKASI GURU " TIDAK ADIL???

Hal baik dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu dan kesejahteraan guru. Penuh suka cita para guru menyambutnya dan dengan semangat mengumpulkan seluruh sertifikat yang dimilikinya agar bisa langsung lulus portofolio tanpa harus mengikuti diklat atau pembinaan khusus selama beberapa hari.
Permasalahan yang muncul, siapa yang harus ikut sertifikasi lebih dahulu dan apa syarat-syaratnya? Kecemburuan sosial selalu muncul bila ada yang beruntung atau bernasib baik. Guru pasti lebih mengetahui kualitas diri sendiri, bila mau jujur. Seandainya ada guru yang kebetulan tersertifikasi lebih dahulu, padahal ada guru lain yang lebih berkualitas belum tersertifikasi, sementara memenuhi persyaratan yang ada, mengapa harus pusing? Yang namanya kebetulan berhasil atau kebetulan beruntung itu ada, dan pertanyaannya, apakah guru yang protes dan mengatakan sertifikasi itu tidak adil ingin bernasib sama yaitu kualitas dinilai bagus karena kebetulan bukan betul-betul berkualitas?
Guru yang sudah biasa mengabdi dengan sungguh, sebaiknya tidak perlu menyikapi segala ketidak puasan diri dengan menuntut keadilan, kita orang yang pasti beriman tahu bahwa Tuhan menghendaki yang paling baik untuk terjadi pada siapapun juga. Sementara adil bukan berarti enam dibagi dua sama dengan tiga kan? Yang penting meningkatkan kualitas diri, maka kesejahteraan jasmani dan rohani akan mengikutinya. Sukses untuk semua.

MUTU SEKOLAH DAN MUTU PENDIDIKAN

Banyak orang menyoroti mutu pendidikan, bahkan memberi kritikan yang cukup tajam. Ada yang mengatakan guru kurang berkualitas, ada yang menyalahkan sistemnya kurang baik, ada pula yang berdemo berkedok membela guru untuk meningkatkan kesejahteraan / gaji guru. Bila melihat atau mendengar hal semacam ini kita para guru sering tersenyum pahit.
Guru paling dominan untuk meningkatkan mutu pendidikan, karena guru berhadapan langsung dengan siswa, dukungan dari berbagai pihak terkait juga sangat membantu kinerja guru. Sekolah sebagai salah satu tempat dan media proses belajar mengajar, memiliki aturan sedemikian rupa untuk menuju pada pencapaian visi dan misi masing-masing, namun tetap mengacu pada mutu pendidikan yang baik.
Masyarakat diharap paham juga tentang input dan output siswa untuk tiap-tiap sekolah berbeda, maksudnya bila sekolah dengan seleksi ketat menerima siswa yang berkualitas tinggi, maka umumnya output juga baik, namun ada sekolah yang menerima siswa dengan kualitas yang biasa-biasa saja atau bahkan sangat kurang, namun output tidak kalah dengan sekolah yang input sangat baik. Dengan demikian, sekolah yang bermutu mestinya sekolah yang bisa meningkatkan mutu siswa, karena sekolah yang memilih siswa bermutu dengan lulusan atau output bermutu itu biasa.
Permasalahan utama, sesungguhnya bukan pada pendidikan bermutu atau tidak bermutu, melainkan sudahkah tiap sekolah dalam hal ini guru khususnya, mampu menggali dengan jeli apa potensi yang dimiliki tiap-tiap siswa? Bila sekolah dapat membuat siswa menyadari potensi apa yang dimiliki dan dapat menggunakan potensinya itu dalam kehidupan bermasyarakat, berguna bagi dirinya dan bagi orang lain, barulah kita dapat mengatakan sekolah itu bermutu dan pendidikan bermutu.
Mari kita semua saling mendukung untuk pendidikan yang bermutu yaitu menghantarkan tiap siswa pada masa depan sesuai potensinya, karena tidak ada siswa yang tidak berpotensi. Yang biasa ada bukan kegagalan siswa, tetapi kita atau guru belum menemukan kecerdasan atau potensi yang dimiliki oleh siswa. Menyadari hal ini, diharap kita sebagai guru tidak ada lagi putus asa dengan aneka provokasi atau bahkan hujatan kesalahan yang selalu dilimpahkan untuk guru. Ambil positipnya, agar kita dapat lebih serius dan lebih sungguh bekerja sebagai guru yang sungguh / bukan guru gadungan ( guru gadungan hanya bicara didepan kelas untuk sekedar dapat upah /gaji ).

RESIKO

Aktivitas manusia banyak menghasilkan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Hal-hal lain yang tidak diinginkan merupakan dampak yang sering disebut sebagai resiko. Bila mau berbuat sesuatu, sulit atau mudah semua pasti ada resikonya. Dan berbicara tentang resiko, pasti kita memiliki konotasi yang kurang menyenangkan. Padahal resiko tidak harus berupa hal-hal yang membuat kita terkena malapetaka, tetapi bisa juga berupa hal-hal biasa yang semestinya tidak terjadi, namun ikut terjadi. Misal bila kita berbuat baik dan menghasilkan sesuatu yang menyenangkan banyak orang, tanpa ada kesulitan dan biaya terjangkau, menghasilkan keuntungan yang luar biasa, apakah juga ada resikonya? Jawabnya ya! . . .semua yang kita lakukan, berhasil atau gagal pasti ada resikonya, misalnya harus siap dibenci karena adanya iri hati atau cemburu.

Bila pekerjaan kita gagal, resikonya nilai kurang baik, malu, remidial / mengulang, lebih boros, banyak dibicarakan atau diomong yang jelek-jelek, masa depan tertunda, menjadi trauma dan lain-lain. Namun bila berhasil resikonya bisa mendapat pujian, tetapi ada juga dampak yang tidak enak, dicari kesalahan atau kejelekan yang kurang berarti.

Bila yang gagal saja tidak mau dicaci-maki apalagi yang berhasil. Kalau sama-sama dirasakan sakit hati, pasti yang berhasil lebih merasa luka lebih dalam dari pada yang gagal. Sebenarnya gagal ataupun berhasil adalah sebuah kemungkinan yang seimbang, dalam pengertian peluang munculnya sama. Jadi resiko berbuat sesuatu, bisa berhasil atau gagal. Heran kan? Berhasil dan gagal adalah suatu resiko, dan gagal atau berhasil ada juga resikonya, sehingga dalam kehidupan kita tidak pernah tidak ada resiko. Bahkan resiko yang ada akan ada resikonya lagi.

Resikonya, suka atau tidak suka kita harus terima apapun resiko yang akan terjadi dari sesuatu yang kita lakukan, baik berupa hal-hal yang menyenangkan atau berupa hal-hal yang tidak menyenangkan. Jangan selalu memastikan keberhasilan pasti akan membuat orang lain senang, tapi yakinlah kebenaran akan bicara, dan yang benar tetap benar dan yang salah tetap salah. Apakah bisa nyaman orang yang bisa provokasi untuk membenci orang baik? Sekalipun menelanjangi, meludahi, mencambuk bahkan menyalibkan, siapa yang akan bebas dari hukuman rasa diri tidak tenang? Apakah orang salah bisa berdiri tegak dikakinya sendiri? Kita bisa lihat, memperjuangkan kebenaran dan berusaha melakukan yang benar, maka pasti mampu bangkit dan menopang banyak orang serta memberi kedamaian bagi banyak orang. Jangan takut dengan resiko apapun, karena bagi orang benar Tuhan akan menopang dan memberi ketenangan.

Selasa, 03 Februari 2009

RAHASIA ITU TIDAK ADA

Ada sebuah cerita yang dapat menjadi bahan renungan untuk kita semua.

Seorang nenek sangat menyayangi cucunya yang bernama Amir ( bukan nama sebenarnya ) memberi bimbingan rohani dengan baik, membesarkan dan menyekolahkan Amir dari kecil , karena Amir ditinggal orang tuanya untuk selama lamanya. Amir sangat sopan, cerdas dan pandai bergaul, sehingga tak heran kalau sarjana pendidikan dicapainya sangat tepat waktu dengan nilai yang sangat memuaskan. Amir juga memiliki teman perempuan yang sangat taat beribadah, sehingga sang nenek tidak melarang kalau Amir ingin menikah dengan Nining nama perempuan itu ( bukan nama sebenarnya ).

Suatu hari sebelum melangsungkan pernikahan, nenek berpesan kepada Amir didepan Nining. " Mir... ingatlah satu pesan dari leluhur kita, janganlah mudah percaya dengan siapapun, termasuk dengan orang yang paling dekat denganmu termasuk istrimu . . . karena sesungguhnya rahasia itu tidak ada ", kata nenek sambil menepuk-nepuk bahu Amir. Mendengar kata-kata yang tidak diduga-duga seperti itu Amir kaget dan balik bertanya " maksud nenek apa? ". Nenek hanya tersenyum dan sambil memegang tangan Amir dan berkata " suatu saat nanti kamu akan tahu jawabannya ", lalu nenek masuk ke ruangan lain meninggalkan Amir dan Nining yang masih terheran-heran .

Beberapa tahun setelah Amir dan Nining menikah, sang Nenek meninggal dunia. Amir dan Nining pindah tempat tinggal, menjadi guru di daerah transmigran di pulau sumatra. Nining tidak bekerja, namun dia menjadi istri yang sangat setia untuk melayani suami dengan penuh pengertian. Sedang Amir harus mengajar di sebuah sekolah yang cukup jauh dari tempat tinggalnya, serta selalu melewati hutan yang sebagian besar masih sangat rimbun dan gelap.
Pada suatu hari Amir harus berangkat pagi-pagi sekali karena tidak ada tumpangan lagi untuk ke sekolah, maka Amir harus jalan kaki. Amir sering melihat hewan buas melintas, maka Amir membawa senjata tajam untuk berjaga-jaga. Dan apa yang dikhawatirkan Amir ternyata terjadi beneran, ada babi hutan berpapasan dengan Amir, secara mendadak Amir diseruduk babi hutan itu dan Amir mencoba melawan sekuat tenaga. Dalam pertarungan itu Amir bisa melumpuhkan babi hutan itu. Baju dan celana sangat kotor dan berlumuran darah. Lalu Amir kembali pulang dan tidak mengajar. Amir secara tidak sengaja, tiba-tiba punya ide konyol, dia mengatakan pada istrinya sambil terengah-engah, dan berpesan supaya istrinya tidak bilang pada siapapun kalau dia telah membunuh orang, karena tadi dijalan dicegat orang tak dikenal. Secara spontan istrinya ketakutan dan menangis, karena tidak terpikir olehnya, kalau suaminya pembunuh. Kegelisahan Nining terbaca oleh Amir, maka keesokan harinya Amir menitipkan Nining pada Tantenya yang ada diperbatasan antara kampung transmigran dengan kampung yang sudah maju dan ramai penduduknya. Amir diam-diam menutup babi hutan yang sudah jadi bangkai itu dengan batu agar tidak dimakan binatang buas lain yang ada di hutan itu.
Amir beberapa hari sendiri di rumah dan karena sering keluar malam untuk ronda, Amir punya ide baru untuk meminjam uang pada sahabatnya dengan alasan untuk menjemput istrinya. Suatu hari istrinya merasa gelisah makin menjadi-jadi, maka diapun berbisik pada tantenya tentang rahasia pembunuhan yang dilakukan suaminya, dan tantenya seketika tersentak dan mengatakan pada Nining jangan sampai orang lain tahu. Pokoknya ini rahasia kita bertiga, kata tantenya. Dan tantenya ikut gelisah tidak bisa tidur, dan akhirnya tantenya cerita pada suaminya dengan cara sama seperti yang dilakukan oleh Amir dan Nining, yaitu denga kata jangan bilang-bilang. Lalu dalam waktu singkat, keesokan harinya pamannya sudah menceritakan kepada temen kantornya, yang kebetulan adalah orang dimana Amir pinjam uang.
Singkat cerita, malam harinya, ada orang berarak arak menuju rumah Amir dengan teriakan " hai Amir, keluar kau, nyawa harus diganti nyawa, karena kamu adalah pembunuh, ada satu warga kami yang meninggal dunia, dan kembalikan uangku, karena aku tidak mau berteman dengan pembunuh" suara itu sangat jelas dan makin jelas karena banyak orang sudah ada di depan rumah Amir.
Amir keluar rumah dan melihat istrinya, tantenya, pamannya, sahabatnya dan banyak penduduk dengan obor dan membawa parang. Lalu Amir tersenyum melihat istrinya menangis, dan Amir berkata, " Ok saudara-saudaraku, aku setuju dengan nyawa kembali nyawa, tapi aku minta bunuhlah aku ditempat aku membunuh orang itu, dan aku nanti juga akan kembalikan uang yang aku pinjam pada sahabatku".
Semua berarak-arak menuju tempat dimana Amir berkelahi dengan babi hutan, dan dari kejauhan sudah tercium bau bangkai, lalu Amir bilang, " saudaraku, aku bukan pembunuh manusia, tetapi aku membunuh babi hutan " Amir membongkar batu-batu dan mengangkat babi hutan yang sudah membusuk itu, sambil mengeluarkan bungkusan baju yang kotor kena darah babi hutan dan pisau yang masih ada darah babi hutan yang sudah kering, lalu Amir membuka bungkusan yang lain, dan berkata, " Sahabatku ini uangmu masih utuh, aku tidak memakainya, maafkan aku . . . aku lakukan ini hanya ingin membuktikan kata-kata leluhur kita, bahwa rahasia itu tidak ada, dan jangan mudah percaya pada siapapun termasuk pada orang yang paling dekat, saya sudah membuktikkannya". Nining dan sahabat Amir menangis malu dan menyesal dengan kejadian itu. Mulai saat itu penduduk sekitar transmigran lebih saling menghargai dan saling membantu. Ada hikmah yang baik untuk mempelajari suatau rahasia. Sesungguhnya rahasia itu tidak ada, dan yang ada adalah " jangan bilang-bilang"
Semoga cerita ini membuat kita lebih waspada dengan siapapun.

KALIMAT SESAT MERAJALELA

Sadarkah kita sering berkata, bernyanyi dan menulis tentang segala sesuatu yang bisa menyesatkan diri kita dan atau orang lain? Terkadang kita ngobrol santai dengan selingan humor atau kata-kata iseng yang sebenarnya kurang pantas untuk kita ucapkan? Anehnya hal yang kurang pantas dapat menjadi biasa karena sering terucap berulang-ulang, dan seolah-olah menjadi hal yang lumrah. Kita sering ajarkan untuk setia dan saling menghormati orang lain, namun sering kita menyanyikan lagu dengan syair yang bertentangan dengan kesetiaan dan kejujuran, atau bahkan main kucing-kucingan. Lagu yang berisi syair yang membuat hal tidak baik, akan menjadi biasa dilakukan orang, karena syair yang dinyanyikan berulang-ulang dengan penuh penjiwaan, dan anehnya menjadi perilaku yang biasa juga. Lebih konyol lagi orang menulis atau membuat film tentang kebohongan yang dilakukan dan merekam perilaku tidak sopan dengan terang-terangan, dan gambar/ film diambilkan orang lain saat melakukan adegan tidak sopan, berarti hal yang memalukan dianggap biasa karena penuh ekspresi dilakukan orang. Mau dibawa kemana generasi penerus kita ini?
Bila tontonan/ pertunjukan, nyanyian dan tulisan banyak yang menyesatkan, apakah masih ada artinya kita berkotbah dan berteriak tentang pertobatan? Pasti . . . pasti ada artinya. . .bagai setitik embun yang dapat menyejukkan hati, dalam pengertian tetap ada manfaatnya. Sekalipun dunia ini gersang asal ada setitik embun yang selalu mengiringi dan menerpa tiap pagi, pasti akan mampu mengubah dunia menjadi berseri dan segar kembali.
Kalimat sesat merajalela dimana-mana, kita bisa atasi dengan pandai-pandai menjaga diri, trampil mengisi waktu dengan hal-hal yang positip, dan berusaha membuat kegiatan untuk banyak orang dengan kegiatan yang bermanfaat dan berguna bagi banyak orang, sehingga akan menolong banyak orang untuk berbuat baik, paling tidak mengurangi kesempatan orang untuk berbuat yang kurang pantas. Alangkah bangganya kita bila kita bisa lakukan dengan Ikhlas.
Hindari hal-hal yang membuat sesat!!!!

TAKUT DIBENCI ???


Ada suka ada duka, ada berhasil ada gagal ada baik ada buruk dan ada gelap ada terang . . . kita sadar, itu Tuhan ciptakan semua baik adanya. Lalu mengapa kita orang beriman sering bersungut-sungut menerima hal-hal kurang baik yang bisa terjadi pada siapapun termasuk tejadi pada kita? Kita berfikir lagi, bukankah memang ada orang yang mudah menerima dengan ikhlas akan segala sesuatu yang terjadi namun ada pula yang sulit menerima segala sesuatu yang kurang menguntungkan? Lalu, mengapa kita heran dengan diri kita sendiri dan mengapa kita bertanya hal kurang baik mesti terjadi pada diri kita? Kita bisa gila berfilsafat sendiri dengan berdebat seru didalam diri kita.

Kita mengenal Tuhan dan bisa memanggil Tuhan kapan saja dan mengerti bahwa Tuhan maha mendengar, lalu mengapa berlama-lama memelihara ketidak puasan dalam diri kita sendiri? Bukankah Tuhan selalu buka jalan dan memberikan yang terbaik bagi setiap orang yang percaya dan memohon belaskasihNya?
Sulit bagi kita untuk menerima segala sesuatu yang kita rasa kurang adil, terlebih saat ini cukup banyak orang merasa tertekan mendapat perlakuan tidak adil / kurang pada tempatnya. Misalnya, bekerja dengan baik dan disiplin dibilang cari muka atau menjilat atasan, banyak ide dan membawa nama baik organisasi dijuluki " Over Acting ", apapun yang kita lakukan selalu nampak kurang atau bahkan salah / tidak baik. Siapa bisa tahan dengan umpatan dan hujatan dari orang yang selalu iri dengan keberhasilan orang lain? Memang orang semacam itu kita sadari ada dimana-mana. Ada nasehat orang bijak " biar anjing menggonggong kafilah tetap berlalu ", dapat kita artikan jangan putus asa dengan hambatan yang bisa dan biasa terjadi. Dan lebih penting lagi jangan takut dibenci untuk berprestasi, sejauh kita merasa bahwa secara umum dan pandangan orang normal yang kita lakukan baik, kita tidak usah ragu untuk melakukannya.
Tuhan Yesus datang dengan pengorbanan yang tulus, tanpa mengeluh dan tanpa meminta dan menuntut keadilan dan apa lagi meminta balasan atau imbalan atas segala sesuatu yang telah diberikanNya pada kita. Serahkan semua padaNya, dan Tuhan sendiri yang akan menyelesaikan segala beban derita yang ada pada kita. Tuhan yang akan melunakkan segala kebekuan hati dan meluluh lantahkan segala perintang sabdaNya. ( Kita berbuat baik dan bekerja dengan sungguh berarti kita jalankan kehendak Tuhan, yang menghalangi dan tidak menghargai pekerjaan kita, Tuhan yang akan mengatasi dengan caraNya )
Tidak perlu takut untuk berbuat baik dan tidak perlu takut dibenci. Dalam kehidupan kita, sebaiknya kita jalani dengan nyaman dan damai, orang menyebutnya " Enjoy Life " . Jangan biarkan orang mengganggu kenyamanan kita dalam bekerja. Andaikan kita diganggu, jangan sampai kita merasa terganggu. Jalan terus dan tetap berprestasi. Good Luck.