Kamis, 19 Maret 2009

SEMBUH DALAM KEPASRAHAN YANG SUNGGUH

Bila kita pernah sakit, maka kita dapat mengetahui bagaimana rasanya sehat. Sakit dalam pengertian konotatif maupun denotatif memang tidak enak, bila badan ini ada sesuatu yang mengganggu sistem kerja tubuh, sehingga kita dinyatakan sakit rasanya hanya ingin tidur, atau bahkan tidak bisa berbuat sesuatu termasuk tidurpun sulit. Lalu apa sesungguhnya sakit itu dan apa yang harus kita lakukan dalam ketidak berdayaan itu?

Bila tubuh kita tidak dapat berfungsi secara normal seperti biasanya, maka kita katakan kita sedang sakit. Banyak cara untuk mengatasi dan menyembuhkan diri kita dari segala macam penyakit, terlebih saat ini ilmu kedokteran berkembang sangat pesat, bahkan aneh bila kita sampai terlambat untuk mengatasi penyakit yang ada pada diri kita. Banyak hal dapat sebagai sarana untuk kesembuhan kita dari berbagai gangguan baik gangguan oleh kuman yang sering kita katakan sakit fisik. Gangguan oleh orang yang ada disekitar kita secara psikis akan mengganggu kejiwaan dan mentalitas kita. Sakit fisik maupun psikis sama-sama tidak enak dirasakan dan sama-sama harus segera disembuhkan.

Ada satu hal yang penting yang terkadang luput dari pertimbangan kita untuk bebas dari rasa sakit atau sembuh dari sakit, yaitu berserah diri pada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Karena dalam kepasrahan yang sungguh kita akan merasa tenang dan damai, sehingga metabolisme tubuh akan tetap dapat bekerja meskipun ada yang mengganggu yaitu kuman penyakit, bila metabolisme tubuh tetap berjalan, meskipun kurang optimal akan tetap mengarah pada kestabilan kerja sistem organ tubuh. Makanan apapun yang paling kita suka tersedia dan dokter yang paling terkenal turut serta membantu mengatasinya, bila hati tidak tenang, atau masih ada keresahan dalam diri kita, yakinlah penyakit apapun yang menyerang kita akan tetap betah tinggal dalam diri kita. Bila kita berserah diri pada Tuhan, dan Tuhan tinggal pada diri kita, maka hati kita akan tenang, dan tubuh kita akan terlihat lebih berseri, diikuti kerja tubuh juga optimal melakukan aktivitas untuk membentuk energi aktivitas, akibatnya energi dalam tubuh akan optimal kembali dan kita akan segera pulih atau sembuh dari sakit.

Tidak mudah untuk segera menyadari untuk berserah diri pada Tuhan bila kita sedang sakit, karena yang ada adalah krisis perhatian dan krisis energi, rasanya hanya ingin marah meskipun dengan energi yang sangat terbatas. Padahal marah memerlukan energi dua kali lipat dibanding kalau kita lakukan segala sesuatu secara normal atau saat tidak sakit dan tidak marah.

Menata hati dan menerima dengan ikhlas apapun yang sedang terjadi akan membuat tubuh menjadi lebih tenang dan normal. Dalam ketenangan itulah hadir bisikan lembut dalam hati yang membuat segala sesuatunya menjadi jelas, dan mudah untuk menyadari apa yang terjadi dan mampu mengendalikan diri untuk berbuat sesuatu yang lebih tepat dan bijaksana yang akan membuat bahagia semua pihak. Akhirnya sakit fisik maupun psikis dapat hilang secara perlahan. Inilah penyembuhan diri dengan kepasrahan yang tulus dan sungguh yang mampu menenangkan jiwa dan mampu membuat tubuh bugar kembali tidak perlu biaya mahal. Boleh dicoba . . .


Rabu, 04 Maret 2009

PEMUKA MASYARAKAT

Ada perasaan kurang nyaman kalau ada orang yang menganggap aku sebagai orang penting, atau bahkan menganggapku sebagai pemuka masyarakat. dari sudut pandang mana mereka melihat dan menilai, dan atas dasar apa mengkategorikan penilaian yang sungguh membuat hati ini merasa aneh saja. Tulisan ini ingin mengklarifikasi pendapat orang yang terkadang kurang tepat, atau bahkan tak beralasan sama sekali. Apa sesungguhnya arti pemuka masyarakat? Siapa yang pantas mendapat julukan semacam itu? Orang yang dituakan? ataukah orang yang benar-benar tua di suatu daerah? ataukah orang yang biasa membantu atau menolong sesama di daerah tertentu? atau bahkan orang yang berjasa di suatu daerah dan berguna di dalam masyarakat setempat?

Pemuka masyarakat biasanya merupakan sosok orang yang sangat disegani, menjadi panutan, selalu didengar dan diminta pendapatnya untuk banyak hal yang berkaitan dengan keputusan tentang sesuatu rencana kegiatan masyarakat, dapat sebagai teladan hidup baik secara pribadi maupun kehidupan keluarganya. Figur kepemimpinan maupun kehidupan sosialnya sangat melekat erat pada diri pribadi sang pemuka masyarakat. Sehingga sangat berat mendapatkan predikat atau julukan pemuka masyarakat. Bukan orang pendatang baru yang meskipun pandai dan kaya raya akan otomatis menjadi pemuka masyarakat, karena pemuka masyarakat sebagai predikat yang dianugerahkan dengan cuma-cuma, namun tidak setiap orang mampu meraihnya, karena predikat itu tidak bisa diusahakan atau direncanakan untuk diberikan pada seseorang, namun siapapun orang yang mendapat julukan pemuka masyarakat biasanya sangat terhormat dan memang pantas untuk dihormati, karena kepribadian yang mempesona yang membuat orang segan dan mengaguminya.

Dengan melihat figur pemuka masyarakat adalah seorang tokoh yang luar biasa seperti itu, maka pantaskah aku mendapat julukan pemuka masyarakat? meskipun hak orang untuk menyebut saya atau juga orang lain dengan apa saja, tapi satu yang pasti saya merasa belum pantas disebut pemuka masyarakat. Terlibat aktif dalam masyarakat saja kurang, apalagi bersosialisasi dalam banyak hal / kegiatan masyarakat, untuk itu agar tidak menambah kebencian orang terhadap orang lain atau sesama warga, sebaiknya tidak perlu mengatakan atau memberi julukan berlebihan pada seseorang hanya karena nampak aktif dari satu segi kebaikan yang kebetulan baru bisa dilakukan oleh seseorang . Saya pribadi merasa malu mendapat predikat terlalu tinggi sementara tak seberapa yang bisa dipersembahkan untuk masyarakat yang kita cintai bersama ini.

Kesimpulannya, pemuka masyarakat adalah orang yang sangat luar biasa dengan kepribadian dan sikap mempesona / terpuji, menjadi panutan / contoh , kehadirannya dapat mebuat suasana menjadi nyaman dan damai. Harapan saya dan juga orang lain suatu saat dapat menjadi pemuka masyarakat yang sungguh-sungguh dapat mengayomi dan melindungi masyarakat. Kalau sekarang masih jauh dan perlu belajar menjadi pemimpin yang baik dulu, belum pantas mendapat julukan pemuka masyarakat.

Sabtu, 28 Februari 2009

AJAIB ATAU KEBETULAN ?

Akhir-akhir ini kita dikejutkan oleh berita " dukun kecil " yang bernama Ponari. Suatu kejadian yang sulit dipecaya sekaligus sulit juga untuk tidak percaya. Sebagian orang mengatakan itu suatu kebetulan yang dapat dilakukan seorang bocah kecil yang mendapat keberuntungan dari Tuhan untuk dapat menyembuhkan penyakit, dipihak lain ada yang berpendapat bahwa itu hal yang biasa yang bisa dilakukan banyak orang, kebetulan saja ada yang bisa sembuh dan ada juga yang tidak sembuh. Karena tidak semua orang yang berobat pada dukun cilik memberikan laporan hasil pengobatannya.

Lepas dari berita dukun kecil, bila berbicara tentang keajaiban, memang untuk kita orang beriman selalu mengakui , tiap saat dan tiap waktu yang kita lalui adalah hal-hal yang ajaib dan istimewa. Mengapa kita dapat menghirup oksigen dan mengapa oksigen selalu ada, itu sudah hal yang istimewa dan ajaib. Kita terkadang meminta keajaiban turun atas kita dan mohon karunia rahmat berlimpah, padahal tanpa kita minta, Tuhan yang Maha pengasih telah memberikan setiap kebutuhan kita. Begitu mata kita terbuka, segala kebutuhan hidup kita telah disediakanNya dan telah diriasnya alam semesta ini dengan aneka bunga dan hewan yang luar biasa menarik. Tiap saat ada keajaiban dan bukan suatu kebetulan, karena kejadian ini selalu ada, bukan sesekali ada. Lalu bagaimana kita menyikapi karya Allah yang tiap saat diperbaharui dan selalu ajaib ini? Apakah kita akan mengatakan kebetulan sudah ada?

Bersyukur dan memuji tiada henti sebagai bukti kita umat Allah yang taat. Tuhan tidak pernah minta imbalan atas kasihNya pada kita semua, dengan saling mengasihi antar sesama, kita telah membuatNya senang dan dengan memuji dan meluhurkan namaNya, maka Allah tidak akan pernah murka dan tidak pernah menghukum kita. Allah yang ajaib dan sungguh luar biasa bukan sekedar kebetulan, tangan kita tengadah bersyukur dan menerima kasihnya yang tiada kenal surut. Kasih yang mana yang lebih indah melebihi kasih Tuhan kita? kasih yang mana yang tidak kenal pudar dan tak berkesudahan? siapa yang bisa tahan bila tidak mendapat limpahan kasihNya? Apa yang akan terjadi bila kasih tuhan berhenti 15 menit saja dengan menghentikan produk oksigen di alam ini? masihkah ada yang bisa bertahan? Mengapa masih ada yang memuji dan mendewakan hartanya dengan melupakan Sang Pemberi yang utama?

Aneh bila masih ada yang tidak mensyukuri anugerah Tuhan yang semuanya ajaib dan luar biasa ini. Adakah yang bisa menyediakan makanan untuk seluruh penghuni alam ini disaat semua tertidur pulas? Siapa yang membuka pagi hari dengan indah berseri? Ajaib semuanya dan Tuhan kita memang ajaib dan luar biasa, tidak bisa dibandingkan dengan kejadian sesaat yang nampak seolah-olah ajaib, padahal tidak ada yang bisa kita banggakan dari apapun yang kita punya. Bila kita ada satu atau dua kelebihan adalah hal yang bisa terjadi atau kebetulan terjadi dan bisa juga hilang kapanpun, namun Tuhan kita ajaib dan kekal selamanya, luar biasa sepanjang masa. Ajaib Tuhanku, bukan kebetulan.

Sabtu, 21 Februari 2009

POWER POINT

Belajar dengan hanya mendengarkan cerita atau ceramah memang sudah bukan jamannya lagi. Dunia komputerisasi sudah merambah di sekolah mulai tingkat TK sampai perguruan tingi, dari kota sampai pelosok desa, semua sudah mengenal internet dan media pembelajaran yang efektif. Menggunakan Power point adalah salah satu pendekatan yang disukai oleh siswa dan guru. Bagaimana menggunakan Power Point dengan benar pada proses pembelajaran?

Sesungguhnya model pembelajaran saat ini banyak dibantu dengan alat-alat elektronik yang sangat canggih, kita mau menggunakan apa saja tinggal pilih, tinggal menyesuaikan dengan jenis materi dan kondisi siswa. Permasalahannya, apakah nilai- nilai humanisme masih dapat dikembangkan? Karena dengan menggunakan Power Point misalnya, masih banyak yang kurang memahami arti dan manfaat yang sesungguhnya. Membuat Power Point masih kurang memenuhi kriteria yang baik, misalnya hanya mengcopy atau menyalin secara utuh tulisan dari buku. Ukuran tulisan sangat kecil ( minimal New Roman skala 28 ), dan satu slide mestinya maksimal 8 baris / kalimat, namun diisi uraian panjang lebar dengan kalimat-kalimat yang sangat luas, yang sebaiknya hanya diisi materi inti dan kalimat yang pendek-pendek bermakna luas seperti arti sesunguhnya dari Power poin adalah titik kuat. Kebanyakan menggunakan Power Point hanya menggantikan metode ceramah, yang semula dibacakan atau diucapkan oleh guru, namun diganti dengan tulisan-tulisan menggunakan slide Power Point. Sebaiknya power point hanya sekedar membantu Proses Pembelajaran, bukan mengambil alih proses komunikasi antara guru dengan siswa diganti komunikasi komputer dengan siswa. Lebih heran lagi ada seminar atau penataran dengan pembicara kondang, yang membahas tentang bagaimana mengajar menggunakan media dan metode yang benar, namun cara yang dipakai oleh pembicara hanya menggunakan power point alias ceramah, dan pembicara selama memberi materi duduk manis sambil tekan-tekan remote menggerakkan Power Point, peserta seminar sibuk mencatat dengan cepat agar tidak ketinggalan menulis, sebelum slide ditekan untuk diganti tayangan slide berikutnya.

Proses pembelajaran sebaiknya tetap terjalin komunikasi yang hidup antara guru dengan siswa, atau antara pembicara dengan audien, lebih baik lagi komunikasi aktif dengan melibatkan siswa sebagai subyek belajar yang lebih dominan untuk menggali materi. Sehingga segala potensi siswa dapat dikembangkan sendiri, dan guru hanya membimbing dan memotivasi, bukan menggantikan dengan Power Point yang hanya mengelabuhi kualitas diri dengan tulisan-tulisan materi yang sudah disiapkan, yang belum tentu penyampai materi memahami dengan sungguh.

Bila setiap guru menggunakan Power Point selama proses belajar mengajar, dan siswa mengcopy dengan USB, apakah akan ada jalinan kasih yang bisa dikembangkan? Lalu bagaimana menilai afektif dan psykomotor siswa? Siswa akan bosan dan mudah mengantuk, karena Power Point bukan hal istimewa lagi. Siswa pasif hanya menonton tayangan yang monoton.

Sebaiknya penggunaan power Point mengggunakan waktu tidak lebih dari 25 % waktu PBM, agar waktu siswa untuk aktif belajar tetap lebih banyak, dan power Point bukan pengganti guru untuk berbicara, tetapi membantu PBM dan pembantu tidak bisa mengambil alih pemeran utama. Semoga dapat dipahami bersama, jangan sampai terjadi kebiasaan malas, catat habis sampai tuntas menggunakan model baru dengan Power Point.





Jumat, 20 Februari 2009

DAYA PIKAT PEMIMPIN

Kita sering mendengar kata kharisma, dan sering kita mengucapkannya, namun apa makna /arti kata itu yang sesungguhnya? Bahkan sering digunakan didalam pengertian tentang kepemimpinan yang berkharisma. Untuk itu disini kita akan mencoba memaknai bersama tentang pengertian kharisma pemimpin.

Banyak orang mengatakan bahwa setiap orang memiliki kharisma dalam memimpin, dalam pengertian daya pikat menjadi seorang pemimpin. Kharisma itu tidak dapat dipelajari, namun jelas dapat dirasakan daya pikatnya. Kharisma tidak bisa dikalahkan oleh kecerdasan atau keahlian berbagai disiplin ilmu. Adanya hanya kagum/ terpukau setiap melihat pemimpin yang berkharisma. Dalam segala acara atau kegiatan selalu dicari dan ditunggu-tunggu. Bukan hanya itu saja, pemimpin berkharisma selalu diminta kesediaannya untuk selalu hadir dalam berbagai kegiatan, masalah waktu untuk suatu kegiatan, menyesuaikan kapan sang pemimpin bisa menghadiri. Pemimpin berkharisma tidak selalu dalam kepemimpinan yang kelas tinggi atau pejabat papan atas, tetapi disetiap kelompok atau organisasi apapun, dari kelompok kecil sampai kepemimpinan suatu negara, dapat dijumpai adanya pemimpin berkharisma. Ada yang memang pintar dan berpendidikan, tapi ada pula yang pedidikannya biasa-biasa saja, tetapi masalah memimpin tidak ada yang meragukannya, bahkan apapun yang dikatakan, sebagai sesuatu yang luar biasa yang dapat membawa kelompok atau organisasi maju dan berkembang.


Kita sekarang paham, ternyata kharisma adalah sesuatu yang ada pada diri seseorang dan melekat sebagai kepribadian yang menyatu dalam dirinya yang tak terlihat , bukan karena ijasah atau sertifikat karena memang bukan hasil belajar , namun kualitas itu dapat dirasakannya. Dalam hati kita bisa menilai, aku termasuk pemimpin yang berkharisma ataukah pemimpin yang lain? Dalam kelompok kecil, didalam keluarga atau dalam lingkungan atau pada organisasi yang kita ikuti, kita bisa menilai diri kita dan juga menilai teman-teman kita. Bila kita selalu ditunggu dan sangat diperlukan untuk hadir, maka kita tergolong pemimpin yang berkharisma. Didalam keluarga, kita juga dapat rasakan, bila kita ditunggu untuk segera pulang, meskipun diruman tidak melakukan apapun, maka baguslah . . . kita tergolong pemimpin yang berkharisma. Tapi sebaliknya, bila ada kita, orang lain merasa gerah atau tidak suka, berarti kita jauh dari kharisma itu atau bisa dikatakan kurang memiliki kharisma. Tidak usah berkecil hati kalau memang kita tidak memiliki kharisma itu, sebagai gantinya, kita bisa dengan mempelajari metode memimpin yang baik, dan sebagai modal memimpin sebaiknya paham tentang koordinator, fasilitatir, organisator, moderator, inspirator, monitor, evaluator dll, agar dapat memanage dengan baik dan memiliki daya pikat memimpin secara intelektual.

Harapan kita semoga tidak ada satupun pemimpin yang tidak mengerti apa yang harus dilakukan. Dengan prinsip yang baik " If I Want to Do . . . I Can Do It " . . . mari kita lakukan apa yang sebaiknya kita lakukan. Tuhan ada didalam diri kita, jadikan diri kita masing-masing sebagai pemimpin yang baik sekaligus berharap agar ada kharisma pada diri kita, sehingga kita menjadi pemimpin yang memiliki intelektualitas dan kharisma/ pemimpin berdaya pikat tinggi. Daya pikat pemimpin kunci kesuksesan suatu organisasi.


Kamis, 19 Februari 2009

METAMORFOSIS

Bila siswa diminta untuk memberi contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna, dengan refleks mereka akan menjawab" kupu-kupu". Lalu kita bertanya apakah hanya kupu-kupu yang mengalami metamorfosis sempurna?

Metamorfosis adalah tahap-tahap perkembangan dan perubahan bentuk embrio dari telur ( ovum ) sampai menjadi individu dewasa ( imago ). Hewan serangga ( Insecta /Hexapoda ) kebanyakan mengalami metamorfosis (Metabola). Ada 3 macam metamorfosis yang kita kenal :
1. Ametabola :
- tidak mengalami metamorfosis
- perkembangan embrio hanya dua tahap
- telur ( ovum ) -- dewasa ( imago ), dari menetas sampai dewasa / imago bentuk tetap .
- Contoh : Lepisma,sp ( Kutu Buku )
- Kelompok serangga tidak bersayap ( apterygota )
2. Hemimetabola:
- mengalami metamorfosis tidak sempurna
- tahap perkembangannya dari telur ( ovum ) -- larva ( nimpa ) -- individu dewasa ( imago )
- Contoh : Belalang, laron, capung, jangkrik, undur-undur, kutu manusia, kutu anjing, dll
- Kelompok serangga bersayap, dan sayap terbentuk dari lapisan kulit luar/ exopterygota
- Biasanya sayap mudah lepas
3. Holometabola:
- Mengalami metamorfosis sempurna
- Tahap-tahapnya, ovum-larva-nimpa-pupa-imago
- Contoh: Kumbang tanduk, kepik, kunang-kunang, lebah, lalat, nyamuk, kupu-kupu, dll
- Kelompok serangga bersayap, dan sayap terbentuk dari lapisan endodermis ( endopterygota )
- Sayap kuat tidak mudah lepas

Selain serangga, ada hewan yang mengalami metamorfosis yaitu Katak, dan metamorfosis pada Katak tergolong pada metamorfosis tidak sempurna. Karena yang membedakan sempurna atau tidak sempurna pada jenis metamorfosis adalah ada tidaknya tahap pupa atau kepompong, ( metamorfosis sempurna ada tahap pupa )

Dengan tulisan ini diharapkan siswa tidak lagi hanya menjawab " kupu-kupu " bila ditanya hewan yang mengalami metamorfosis sempurna, karena semua serangga Endopterygota yang bersayap kaku ( Koleoptera ), bersayap sepasang ( Diptera ), bersayap seperti jala ( Hymnoptera ), bersayap lebar ( Lepidoptera ) mengalami metamorfosis sempurna.

Kelompok serangga Exopterygota yang bersayap dua pasang simetri ( Isoptera / Archyptera ), bersayap tipis simetri ( homoptera ), bersayap dua pasang tidak simetri ( hemiptera ), Bersayap kasar ( Orthoptera ), bersayap tipis pendek ( Neuroptera ), Bersayap tebal pendek ( Siphonoptera ), dan ini semua mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Lebih baik terlambat tahu dari pada tidak mau tahu.





Daftar Bernomor Daftar Berbutir Blockquote
Periksa Ejaan
Tambah Gambar
Tambah Video
Menghapus Format dari bidang pilihan

Rabu, 18 Februari 2009

PASANGAN IDEAL UNTUK MENIKAH

Sebaiknya diketahui lebih awal dari pada menyesal kemudian, terlebih yang bersifat hanya untuk sekali dalam hidup kita. Tujuan lebih jauh dalam tulisan ini adalah bagaimana mempersiapkan diri menentukan dan memilih pasangan hidup yang bila kita sudah tentukan pilihan kita, kita tidak bisa tukar tambah atau bosan langsung mencari ganti ibarat baju kalau bosan kita untuk memakainya langsung kita taruh atau kita buang.

Paling utama yang sebaiknya diperhatikan adalah umur laki-laki usahakan lebih tua, secara fisik dan psykis akan dapat melindungi perempuan, meskipun ada perempuan yang marah kalau dibilang lemah. Wanita harus sadar bahwa kekuatan fisik luar lain dengan fungsi organ-organ dalam. Hormon sekunder pemacu kerja optimal fungsi sistem reproduksi pada wanita, rata-rata dimuulai pada umur 10 tahun sampai batas rata-rata menopouse umur 45 tahun, sedang pada laki-laki dimulai dari umur 14 tahun sampai sepanjang umurnya, asal kondisi normal dan sehat . Menikah dengan umur yang sama, akan terjadi kesenjangan kondisi optimal sistem reproduksi antara suami dan istri. Suatu saat usia perempuan sudah pada titik menopouse yang berarti gairah sexual menurun dan menurun pula seluruh fungsi sistem organ secara perlahan, sedang laki-laki umur 45 tahun masih sangat optimal , bahkan khusus hormon sekunder sangat optimal pada usia rata-rata 45 tahun sampai 50 tahun ( kadar hormon hampir sama pada saat umur 14 tahun/ seperti awal puber pertama ). Berarti saat suami istri memiliki umur sama-sama 45 tahun, suami memiliki gairah sexual dan fisik masih optimal, sedang pada sang istri sebagai awal menurunnya sistem-sistem organ bahkan berhentinya fungsi hormonal untuk sistem reproduksi. Sebagai catatan penting kondisi semacam ini akan memungkinkan muncul kondisi ketidak harmonisan pasangan. Meskipun banyak yang membantah, karena dengan iman orang akan tetap setia dan menerima pasangannya apapun keadaannya. ( semoga selain berilmu, kita juga beriman yang baik, sehingga tidak mengedepankan nafsu, tetapi pada kasih sayang yang sungguh pada pasangannya, karena cinta berbicara masalah hati bukan masalah hormon )

Laki-laki yang lebih tua dari pada istrinya, secara kejiwaan akan lebih dewasa ( umumnya ) diharapkan mampu membimbing dan melindungi serta dapat memahami sikap dan kemauan pasangannya baik secara emosional maupun dengan logika. Umumnya perempuan sangat sensitif dan menggunakan perasaan, dan kaum laki-laki mengatakan perempuan sangat emosional, meskipun ada wanita lebih dewasa dari pada pria walaupun wanita lebih muda dari pasangannya( umumnya tidak demikian ). Sifat wanita yang labil dipengaruhi oleh siklus menstruasi yang diatur oleh hormon, dan kerja hormon ini yang dapat mengganggu sistem koordinasi. Dengan memahami hal ini hendaknya wanita sadar kondisi diri dan laki-laki memaklumi ketidakstabilan sikap ataupun emosi yang terkadang membuat hubungan harus retak atau kurang harmonis.

Ditinjau dari segi intelektual ( meskipun banyak orang mengatakan kurang penting), dapat menetukan kekompakan dalam hal komunikasi atau pergaulan, Bila tingkat pendidikan terlalu jauh berbeda pada pasangannya, akan sering muncul kondisi tidak nyambung bila diajak ngobrol atau berbicara banyak hal, hal ini memungkinkan suasana menjadi garing atau tidak nyaman, akibatnya sering saling menghindar atau mengajak orang lain yang bisa komunikasi aktif /nyambung atau seimbang. Bila terlalu sering komunikasi dengan orang lain akan muncul rasa curiga atau krisis kepercayaan pada pasangannya.

Iman yang baik dan teguh akan menentukan keharmonisan pasangan, dan akan lebih baik bila seiman, karena bila prinsip hidup yang merupakan jalan kebenaran yang dianutnya berbeda, akan sulit mengendalikan bahtera rumah tangga dengan arah yang tidak sinergis. Bila ada yang menikah dengan dispensasi karena ada perbedaan agama, dan nyatanya tetap langgeng, kita patut acungi jempol, dan kita doakan supaya tetap rukun dan tidak terjadi keributan . Pasangan itu pasti luar biasa, bisa menjaga dan menghormati perbedaan dengan saling sayang dan tetap mengasihi.

Pasangan hidup sebaiknya dari pilihan sendiri / tidak dijodohkan /dicarikan / dipilihkan( jaman dulu selalu dijodohkan itu lain soal ), dengan memilih sendiri akan lebih sesuai dengan suara hati dan lebih mantap / tidak ada lagi keraguan dan juga akan bertanggung jawab dengan pilihannya sendiri, tidak ada yang dipersalahkan bila karena suatu hal ada ketidak sesuaian diantara dua hati yang telah menyatu itu. Dengan cermat memilih dan kedewasan diri juga mempengaruhi saat menentukan pilihan (bukan semata-mata karena cantik/ tampan atau karena kaya ). Pilihan yang tepat akan lebih mengutamakan inerbeauty.

Dengan pertimbangan umur, iman, pendidikan dan inerbeauty yang diuraikan diatas, diharapkan pasangan suami istri menjadi serasi atau ideal seperti yang diharapkan semua orang. Semoga bermanfaat.