Jumat, 29 Mei 2009

APA BURUKNYA REPTILIA ?

Banyak jenis hewan yang tergolong pada Reptilia, satu dengan yang lain memiliki sedikit persamaan atau banyak perbedaan. Namun dalam kehidupan sehari-hari banyak orang yang menggunakan hewan dari golongan Reptil ini untuk marah. . . sepertinya ada hal yang ingin disamakan dari salah satu kebiasaan Reptil untuk disamakan dengan perilaku orang, sehingga puas rasanya kalau sudah menjulukinya dengan nama hewan kelompok Reptil ini. Apa sih buruknya Reptil ?

Bila memahami ciri-ciri umum Reptil sebenarnya tidak ada yang aneh . . . karena Reptil tergolong hewan yang lembut dan tidak berisik apalagi menakutkan. Mungkin orang menilai hal ini tidak baik . . . diam-diam . . .tahu-tahu menjulurkan lidahnya dan menelan hidup-hidup mangsanya yang ada disekitarnya . . . maka orang suka pakai istilah " Ular " kalau marah pada orang yang nampaknya di depan baik ternyata menipu / berbohong / menghabisinya tiba-tiba. Parah juga kalau memang terjadi demikian.

Ada yang menjuluki seseorang dengan hewan lain misalnya " Buaya darat " atau " kadal " pada seseorang yang tidak bertanggungjawab atas pernikahan atau hubungan khusus yang sudah dijanjikannya. Apa hubungannya dengan hewan-hewan Reptil? . . .hoooo ternyata ciri-ciri reproduksi pada kelompok Reptil adalah saat pendekatan dan bahkan sampai hubungan seksual, hewan Reptil sangat lembut dan halus, sabar, tenang. . . namun . . .setelah hubungan seksual itu selesai . . . tidak ada urusan apapun dan tidak ada kerja sama diantara kedua hewan yang tadinya luar biasa menikmati kebersamaan yang begitu tenang dan damai. Pantas saja orang selalu pilih hewan Reptil bila diingkari pasangannya atau ditinggal pergi pasangannya. Perlu diketahui jenis hewan Reptil semua sama cara Reproduksinya. ( Kadal. Ular, Buaya dll )

Ada lagi yang mengumpat dengan istilah " Bunglon " apa maksudnya? Mungkin banyak orang melihat keunikan Bunglon, yaitu dapat berubah warna kulit tubuhnya mengikuti lingkungan untuk menyelamatkan diri, dalam istilah Biologi " mimikri ". Bisa jadi arah umpatan itu adalah sikap orang yang ingin cari selamat diri sendiri dengan bersikap menyesuaikan " ABS atau asal babe senang " Sehingga orang menjulukinya dengan "Bunglon ". Wah hebat juga wawasan masyarakat tentang perilaku hewan Reptil.

Kalau setelah makan orang cepat-cepat tidur dijulukinya dengan "Ular " mengapa? . . . ternyata Ular hanya akan keluar saat lapar dan mau kawin. dan setelah makan pasti tidur itu yang dilakukan ular . . . Luar biasa orang memahami berbagai jenis Reptil dan lebih hebat lagi menjuluki orang dengan perilaku jenis-jenis Reptil dengan tepat .

Dari berbagai sifat buruk dari Reptil ada satu hal yang orang tidak boleh lupa, yaitu semua jenis Reptil dapat menyembuhkan penyakit kulit dengan cepat, karena lemak / minyak dari kelompok Reptil dapat menguatkan kulit /membuat kulit menjadi sehat dan optimal. Bisa dioleskan langsung pada kulit yang luka atau memakan daging Reptil untuk penyembuhan kulit dari dalam.

Ingatlah baiknya Reptil dan jangan ingat-ingat buruknya . . .agar kita tidak membenci Reptil. Lagi pula tiap-tiap makhluk hidup memiliki ciri khusus yang membedakan dengan makhluk lain. Andai kita dijuluki dengan nama salah satu hewan Reptil . . .itu hanya salah satu sifat yang sama. Yang pasti manusia memiliki akal budi yang dapat mengendalikan perilaku amoral yang tidak semudah itu kita disamakan dengan hewan.


Rabu, 27 Mei 2009

MENGAPA TAKUT VIRUS ???

Dengan munculnya penyakit baru yang makin seru dan beruntun, membuat panik masyarakat. Bahkan media masa ikut meramaikan dan mempublikasikan penyakit yang kebanyakan belum teridentifikasi dengan baik. prediksi satu dengan yang lain saling simpang siur . . . namun memikat banyak kalangan yang peduli dengan kesehatan dan tidak ingin meninggal sia-sia oleh penyakit yang seru dibicarakan orang.

Flu Babi misalnya menjadi bintang pemberitaan akhir-akhir ini. Konon penyebabnya adalah Virus yang mula-mula hanya menyerang Babi, namun saat ini sudah mampu beradaptasi dan invasi pada tubuh manusia yang menyebabkan influenza mematikan, karena berbeda dengan Virus Corona penyebab influenza yang dikenal selama ini.

Virus jenis apapun sebenarnya sangat berbahaya bagi makhluk hidup, karena semua jenis virus hanya bisa hidup pada makhluk hidup, dalam pengertian setiap jenis virus pasti merugikan bagi makhluk hidup yang ditumpanginya. Lalu apakah kita harus takut dengan virus ?

Bila memahami ciri-ciri virus yang hanya hidup pada makhluk hidup dengan mengambil alih fungsi ADN atau ARN pada metabolisme sel saat kondisi sel tidak optimal, maka kita tidak perlu takut. Karena sesungguhnya ada rambu-rambu saat tubuh kita tidak optimal. Misalnya pusing, males, letih, ngantuk, lemah, panas badan meningkat dan lain-lain yang merupakan keluhan yang tidak nyaman, maka sebaiknya istirahat dan mengoptimalkan badan dengan berbagai cara, misalnya makan, minum, tidur, olah raga refreshing dan lain-lain, sampai kondisi tubuh kita terasa kembali normal, maka virus seganas apapun tidak akan mampu menyerang tubuh kita.

Hal utama yang harus kita waspadai adalah menjaga tubuh kita dengan makan, istirahat dan olah raga yang cukup, sehingga metabolisme berjalan normal, maka segala kuman yang masuk akan diatasi oleh tubuh sendiri dengan zat antibodi yang secara otomatis mampu dibuat oleh setiap sel. Bila energi dalam sel tidak optimal, pembuatan zat antibodi juga akan terhambat, akibatnya mudah terkena penyakit termmasuk jenis virus yang mengerikan itu.

Jadi . . .tidak perlu takut virus, karena bisa kita cegah dengan pola hidup yang sehat dan bersih. Bila ada tanda-tanda keluhan yang luar biasa tidak nyaman dalam tubuh . . .segera ke dokter . . .karena sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga . . .sepandai-pandainya menjaga kondisi tubuh tetap optimal . . .ada yang sakit juga . . . dan waspada lebih baik dari pada sembrono atau tidak hati-hati. Tetap berdoa dan jaga diri . . .semoga selalu sehat. Amin

Kamis, 19 Maret 2009

SEMBUH DALAM KEPASRAHAN YANG SUNGGUH

Bila kita pernah sakit, maka kita dapat mengetahui bagaimana rasanya sehat. Sakit dalam pengertian konotatif maupun denotatif memang tidak enak, bila badan ini ada sesuatu yang mengganggu sistem kerja tubuh, sehingga kita dinyatakan sakit rasanya hanya ingin tidur, atau bahkan tidak bisa berbuat sesuatu termasuk tidurpun sulit. Lalu apa sesungguhnya sakit itu dan apa yang harus kita lakukan dalam ketidak berdayaan itu?

Bila tubuh kita tidak dapat berfungsi secara normal seperti biasanya, maka kita katakan kita sedang sakit. Banyak cara untuk mengatasi dan menyembuhkan diri kita dari segala macam penyakit, terlebih saat ini ilmu kedokteran berkembang sangat pesat, bahkan aneh bila kita sampai terlambat untuk mengatasi penyakit yang ada pada diri kita. Banyak hal dapat sebagai sarana untuk kesembuhan kita dari berbagai gangguan baik gangguan oleh kuman yang sering kita katakan sakit fisik. Gangguan oleh orang yang ada disekitar kita secara psikis akan mengganggu kejiwaan dan mentalitas kita. Sakit fisik maupun psikis sama-sama tidak enak dirasakan dan sama-sama harus segera disembuhkan.

Ada satu hal yang penting yang terkadang luput dari pertimbangan kita untuk bebas dari rasa sakit atau sembuh dari sakit, yaitu berserah diri pada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Karena dalam kepasrahan yang sungguh kita akan merasa tenang dan damai, sehingga metabolisme tubuh akan tetap dapat bekerja meskipun ada yang mengganggu yaitu kuman penyakit, bila metabolisme tubuh tetap berjalan, meskipun kurang optimal akan tetap mengarah pada kestabilan kerja sistem organ tubuh. Makanan apapun yang paling kita suka tersedia dan dokter yang paling terkenal turut serta membantu mengatasinya, bila hati tidak tenang, atau masih ada keresahan dalam diri kita, yakinlah penyakit apapun yang menyerang kita akan tetap betah tinggal dalam diri kita. Bila kita berserah diri pada Tuhan, dan Tuhan tinggal pada diri kita, maka hati kita akan tenang, dan tubuh kita akan terlihat lebih berseri, diikuti kerja tubuh juga optimal melakukan aktivitas untuk membentuk energi aktivitas, akibatnya energi dalam tubuh akan optimal kembali dan kita akan segera pulih atau sembuh dari sakit.

Tidak mudah untuk segera menyadari untuk berserah diri pada Tuhan bila kita sedang sakit, karena yang ada adalah krisis perhatian dan krisis energi, rasanya hanya ingin marah meskipun dengan energi yang sangat terbatas. Padahal marah memerlukan energi dua kali lipat dibanding kalau kita lakukan segala sesuatu secara normal atau saat tidak sakit dan tidak marah.

Menata hati dan menerima dengan ikhlas apapun yang sedang terjadi akan membuat tubuh menjadi lebih tenang dan normal. Dalam ketenangan itulah hadir bisikan lembut dalam hati yang membuat segala sesuatunya menjadi jelas, dan mudah untuk menyadari apa yang terjadi dan mampu mengendalikan diri untuk berbuat sesuatu yang lebih tepat dan bijaksana yang akan membuat bahagia semua pihak. Akhirnya sakit fisik maupun psikis dapat hilang secara perlahan. Inilah penyembuhan diri dengan kepasrahan yang tulus dan sungguh yang mampu menenangkan jiwa dan mampu membuat tubuh bugar kembali tidak perlu biaya mahal. Boleh dicoba . . .


Rabu, 04 Maret 2009

PEMUKA MASYARAKAT

Ada perasaan kurang nyaman kalau ada orang yang menganggap aku sebagai orang penting, atau bahkan menganggapku sebagai pemuka masyarakat. dari sudut pandang mana mereka melihat dan menilai, dan atas dasar apa mengkategorikan penilaian yang sungguh membuat hati ini merasa aneh saja. Tulisan ini ingin mengklarifikasi pendapat orang yang terkadang kurang tepat, atau bahkan tak beralasan sama sekali. Apa sesungguhnya arti pemuka masyarakat? Siapa yang pantas mendapat julukan semacam itu? Orang yang dituakan? ataukah orang yang benar-benar tua di suatu daerah? ataukah orang yang biasa membantu atau menolong sesama di daerah tertentu? atau bahkan orang yang berjasa di suatu daerah dan berguna di dalam masyarakat setempat?

Pemuka masyarakat biasanya merupakan sosok orang yang sangat disegani, menjadi panutan, selalu didengar dan diminta pendapatnya untuk banyak hal yang berkaitan dengan keputusan tentang sesuatu rencana kegiatan masyarakat, dapat sebagai teladan hidup baik secara pribadi maupun kehidupan keluarganya. Figur kepemimpinan maupun kehidupan sosialnya sangat melekat erat pada diri pribadi sang pemuka masyarakat. Sehingga sangat berat mendapatkan predikat atau julukan pemuka masyarakat. Bukan orang pendatang baru yang meskipun pandai dan kaya raya akan otomatis menjadi pemuka masyarakat, karena pemuka masyarakat sebagai predikat yang dianugerahkan dengan cuma-cuma, namun tidak setiap orang mampu meraihnya, karena predikat itu tidak bisa diusahakan atau direncanakan untuk diberikan pada seseorang, namun siapapun orang yang mendapat julukan pemuka masyarakat biasanya sangat terhormat dan memang pantas untuk dihormati, karena kepribadian yang mempesona yang membuat orang segan dan mengaguminya.

Dengan melihat figur pemuka masyarakat adalah seorang tokoh yang luar biasa seperti itu, maka pantaskah aku mendapat julukan pemuka masyarakat? meskipun hak orang untuk menyebut saya atau juga orang lain dengan apa saja, tapi satu yang pasti saya merasa belum pantas disebut pemuka masyarakat. Terlibat aktif dalam masyarakat saja kurang, apalagi bersosialisasi dalam banyak hal / kegiatan masyarakat, untuk itu agar tidak menambah kebencian orang terhadap orang lain atau sesama warga, sebaiknya tidak perlu mengatakan atau memberi julukan berlebihan pada seseorang hanya karena nampak aktif dari satu segi kebaikan yang kebetulan baru bisa dilakukan oleh seseorang . Saya pribadi merasa malu mendapat predikat terlalu tinggi sementara tak seberapa yang bisa dipersembahkan untuk masyarakat yang kita cintai bersama ini.

Kesimpulannya, pemuka masyarakat adalah orang yang sangat luar biasa dengan kepribadian dan sikap mempesona / terpuji, menjadi panutan / contoh , kehadirannya dapat mebuat suasana menjadi nyaman dan damai. Harapan saya dan juga orang lain suatu saat dapat menjadi pemuka masyarakat yang sungguh-sungguh dapat mengayomi dan melindungi masyarakat. Kalau sekarang masih jauh dan perlu belajar menjadi pemimpin yang baik dulu, belum pantas mendapat julukan pemuka masyarakat.

Sabtu, 28 Februari 2009

AJAIB ATAU KEBETULAN ?

Akhir-akhir ini kita dikejutkan oleh berita " dukun kecil " yang bernama Ponari. Suatu kejadian yang sulit dipecaya sekaligus sulit juga untuk tidak percaya. Sebagian orang mengatakan itu suatu kebetulan yang dapat dilakukan seorang bocah kecil yang mendapat keberuntungan dari Tuhan untuk dapat menyembuhkan penyakit, dipihak lain ada yang berpendapat bahwa itu hal yang biasa yang bisa dilakukan banyak orang, kebetulan saja ada yang bisa sembuh dan ada juga yang tidak sembuh. Karena tidak semua orang yang berobat pada dukun cilik memberikan laporan hasil pengobatannya.

Lepas dari berita dukun kecil, bila berbicara tentang keajaiban, memang untuk kita orang beriman selalu mengakui , tiap saat dan tiap waktu yang kita lalui adalah hal-hal yang ajaib dan istimewa. Mengapa kita dapat menghirup oksigen dan mengapa oksigen selalu ada, itu sudah hal yang istimewa dan ajaib. Kita terkadang meminta keajaiban turun atas kita dan mohon karunia rahmat berlimpah, padahal tanpa kita minta, Tuhan yang Maha pengasih telah memberikan setiap kebutuhan kita. Begitu mata kita terbuka, segala kebutuhan hidup kita telah disediakanNya dan telah diriasnya alam semesta ini dengan aneka bunga dan hewan yang luar biasa menarik. Tiap saat ada keajaiban dan bukan suatu kebetulan, karena kejadian ini selalu ada, bukan sesekali ada. Lalu bagaimana kita menyikapi karya Allah yang tiap saat diperbaharui dan selalu ajaib ini? Apakah kita akan mengatakan kebetulan sudah ada?

Bersyukur dan memuji tiada henti sebagai bukti kita umat Allah yang taat. Tuhan tidak pernah minta imbalan atas kasihNya pada kita semua, dengan saling mengasihi antar sesama, kita telah membuatNya senang dan dengan memuji dan meluhurkan namaNya, maka Allah tidak akan pernah murka dan tidak pernah menghukum kita. Allah yang ajaib dan sungguh luar biasa bukan sekedar kebetulan, tangan kita tengadah bersyukur dan menerima kasihnya yang tiada kenal surut. Kasih yang mana yang lebih indah melebihi kasih Tuhan kita? kasih yang mana yang tidak kenal pudar dan tak berkesudahan? siapa yang bisa tahan bila tidak mendapat limpahan kasihNya? Apa yang akan terjadi bila kasih tuhan berhenti 15 menit saja dengan menghentikan produk oksigen di alam ini? masihkah ada yang bisa bertahan? Mengapa masih ada yang memuji dan mendewakan hartanya dengan melupakan Sang Pemberi yang utama?

Aneh bila masih ada yang tidak mensyukuri anugerah Tuhan yang semuanya ajaib dan luar biasa ini. Adakah yang bisa menyediakan makanan untuk seluruh penghuni alam ini disaat semua tertidur pulas? Siapa yang membuka pagi hari dengan indah berseri? Ajaib semuanya dan Tuhan kita memang ajaib dan luar biasa, tidak bisa dibandingkan dengan kejadian sesaat yang nampak seolah-olah ajaib, padahal tidak ada yang bisa kita banggakan dari apapun yang kita punya. Bila kita ada satu atau dua kelebihan adalah hal yang bisa terjadi atau kebetulan terjadi dan bisa juga hilang kapanpun, namun Tuhan kita ajaib dan kekal selamanya, luar biasa sepanjang masa. Ajaib Tuhanku, bukan kebetulan.

Sabtu, 21 Februari 2009

POWER POINT

Belajar dengan hanya mendengarkan cerita atau ceramah memang sudah bukan jamannya lagi. Dunia komputerisasi sudah merambah di sekolah mulai tingkat TK sampai perguruan tingi, dari kota sampai pelosok desa, semua sudah mengenal internet dan media pembelajaran yang efektif. Menggunakan Power point adalah salah satu pendekatan yang disukai oleh siswa dan guru. Bagaimana menggunakan Power Point dengan benar pada proses pembelajaran?

Sesungguhnya model pembelajaran saat ini banyak dibantu dengan alat-alat elektronik yang sangat canggih, kita mau menggunakan apa saja tinggal pilih, tinggal menyesuaikan dengan jenis materi dan kondisi siswa. Permasalahannya, apakah nilai- nilai humanisme masih dapat dikembangkan? Karena dengan menggunakan Power Point misalnya, masih banyak yang kurang memahami arti dan manfaat yang sesungguhnya. Membuat Power Point masih kurang memenuhi kriteria yang baik, misalnya hanya mengcopy atau menyalin secara utuh tulisan dari buku. Ukuran tulisan sangat kecil ( minimal New Roman skala 28 ), dan satu slide mestinya maksimal 8 baris / kalimat, namun diisi uraian panjang lebar dengan kalimat-kalimat yang sangat luas, yang sebaiknya hanya diisi materi inti dan kalimat yang pendek-pendek bermakna luas seperti arti sesunguhnya dari Power poin adalah titik kuat. Kebanyakan menggunakan Power Point hanya menggantikan metode ceramah, yang semula dibacakan atau diucapkan oleh guru, namun diganti dengan tulisan-tulisan menggunakan slide Power Point. Sebaiknya power point hanya sekedar membantu Proses Pembelajaran, bukan mengambil alih proses komunikasi antara guru dengan siswa diganti komunikasi komputer dengan siswa. Lebih heran lagi ada seminar atau penataran dengan pembicara kondang, yang membahas tentang bagaimana mengajar menggunakan media dan metode yang benar, namun cara yang dipakai oleh pembicara hanya menggunakan power point alias ceramah, dan pembicara selama memberi materi duduk manis sambil tekan-tekan remote menggerakkan Power Point, peserta seminar sibuk mencatat dengan cepat agar tidak ketinggalan menulis, sebelum slide ditekan untuk diganti tayangan slide berikutnya.

Proses pembelajaran sebaiknya tetap terjalin komunikasi yang hidup antara guru dengan siswa, atau antara pembicara dengan audien, lebih baik lagi komunikasi aktif dengan melibatkan siswa sebagai subyek belajar yang lebih dominan untuk menggali materi. Sehingga segala potensi siswa dapat dikembangkan sendiri, dan guru hanya membimbing dan memotivasi, bukan menggantikan dengan Power Point yang hanya mengelabuhi kualitas diri dengan tulisan-tulisan materi yang sudah disiapkan, yang belum tentu penyampai materi memahami dengan sungguh.

Bila setiap guru menggunakan Power Point selama proses belajar mengajar, dan siswa mengcopy dengan USB, apakah akan ada jalinan kasih yang bisa dikembangkan? Lalu bagaimana menilai afektif dan psykomotor siswa? Siswa akan bosan dan mudah mengantuk, karena Power Point bukan hal istimewa lagi. Siswa pasif hanya menonton tayangan yang monoton.

Sebaiknya penggunaan power Point mengggunakan waktu tidak lebih dari 25 % waktu PBM, agar waktu siswa untuk aktif belajar tetap lebih banyak, dan power Point bukan pengganti guru untuk berbicara, tetapi membantu PBM dan pembantu tidak bisa mengambil alih pemeran utama. Semoga dapat dipahami bersama, jangan sampai terjadi kebiasaan malas, catat habis sampai tuntas menggunakan model baru dengan Power Point.





Jumat, 20 Februari 2009

DAYA PIKAT PEMIMPIN

Kita sering mendengar kata kharisma, dan sering kita mengucapkannya, namun apa makna /arti kata itu yang sesungguhnya? Bahkan sering digunakan didalam pengertian tentang kepemimpinan yang berkharisma. Untuk itu disini kita akan mencoba memaknai bersama tentang pengertian kharisma pemimpin.

Banyak orang mengatakan bahwa setiap orang memiliki kharisma dalam memimpin, dalam pengertian daya pikat menjadi seorang pemimpin. Kharisma itu tidak dapat dipelajari, namun jelas dapat dirasakan daya pikatnya. Kharisma tidak bisa dikalahkan oleh kecerdasan atau keahlian berbagai disiplin ilmu. Adanya hanya kagum/ terpukau setiap melihat pemimpin yang berkharisma. Dalam segala acara atau kegiatan selalu dicari dan ditunggu-tunggu. Bukan hanya itu saja, pemimpin berkharisma selalu diminta kesediaannya untuk selalu hadir dalam berbagai kegiatan, masalah waktu untuk suatu kegiatan, menyesuaikan kapan sang pemimpin bisa menghadiri. Pemimpin berkharisma tidak selalu dalam kepemimpinan yang kelas tinggi atau pejabat papan atas, tetapi disetiap kelompok atau organisasi apapun, dari kelompok kecil sampai kepemimpinan suatu negara, dapat dijumpai adanya pemimpin berkharisma. Ada yang memang pintar dan berpendidikan, tapi ada pula yang pedidikannya biasa-biasa saja, tetapi masalah memimpin tidak ada yang meragukannya, bahkan apapun yang dikatakan, sebagai sesuatu yang luar biasa yang dapat membawa kelompok atau organisasi maju dan berkembang.


Kita sekarang paham, ternyata kharisma adalah sesuatu yang ada pada diri seseorang dan melekat sebagai kepribadian yang menyatu dalam dirinya yang tak terlihat , bukan karena ijasah atau sertifikat karena memang bukan hasil belajar , namun kualitas itu dapat dirasakannya. Dalam hati kita bisa menilai, aku termasuk pemimpin yang berkharisma ataukah pemimpin yang lain? Dalam kelompok kecil, didalam keluarga atau dalam lingkungan atau pada organisasi yang kita ikuti, kita bisa menilai diri kita dan juga menilai teman-teman kita. Bila kita selalu ditunggu dan sangat diperlukan untuk hadir, maka kita tergolong pemimpin yang berkharisma. Didalam keluarga, kita juga dapat rasakan, bila kita ditunggu untuk segera pulang, meskipun diruman tidak melakukan apapun, maka baguslah . . . kita tergolong pemimpin yang berkharisma. Tapi sebaliknya, bila ada kita, orang lain merasa gerah atau tidak suka, berarti kita jauh dari kharisma itu atau bisa dikatakan kurang memiliki kharisma. Tidak usah berkecil hati kalau memang kita tidak memiliki kharisma itu, sebagai gantinya, kita bisa dengan mempelajari metode memimpin yang baik, dan sebagai modal memimpin sebaiknya paham tentang koordinator, fasilitatir, organisator, moderator, inspirator, monitor, evaluator dll, agar dapat memanage dengan baik dan memiliki daya pikat memimpin secara intelektual.

Harapan kita semoga tidak ada satupun pemimpin yang tidak mengerti apa yang harus dilakukan. Dengan prinsip yang baik " If I Want to Do . . . I Can Do It " . . . mari kita lakukan apa yang sebaiknya kita lakukan. Tuhan ada didalam diri kita, jadikan diri kita masing-masing sebagai pemimpin yang baik sekaligus berharap agar ada kharisma pada diri kita, sehingga kita menjadi pemimpin yang memiliki intelektualitas dan kharisma/ pemimpin berdaya pikat tinggi. Daya pikat pemimpin kunci kesuksesan suatu organisasi.