Burung-burung membuka hari dengan nyanyian penuh arti, udara lembut mengalun dengan sedikit embun menambah suasana pagi makin berseri, dan cahaya matahari menyapa penuh kehangatan dan memberi harapan. Lalu sedang apa kita dengan semua yang luar biasa indah ini? Adakah kita bersyukur ataukah kita merenung, siapa yang menyediakan semua kebutuhan hidup, yang selalu ada setiap mata ini terbuka?
Manusia banyak melakukan penelitian dan penemuan baru yang bermanfaat bagi banyak orang, penghargaan dan jasa selalu diberikan bagi siapa saja yang berhasil menemukan sesuatu yang berguna bagi masyarakat luas. Bahkan manusia berlomba dan berkompetisi untuk menjadi nomor satu, sehingga dunia akan mengenalnya sebagai ilmuwan atau scientis. Pernahkah kita berfikir, siapa yang membuat tanaman menjadi banyak dan setiap hari ada suasana baru yang penuh dengan segala kebutuhan hidup untuk semua makhluk hidup? Dan siapa Yang menyediakan itu semua? Dan mengapa kita tidak menyediakan penghargaan untukNya?
Dia memberi tanpa pamrih, Dia membuat banyak hal tanpa minta imbalan dan bayaran, Dia melakukan semuanya itu dengan Kasih, bukan ingin diberi tepuk tangan meriah, Dia yang tidak pernah menyakiti, Dia yang selalu ada setiap kita memanggilNya, Dia bersikap adil dan penuh kelembutan menyapa kita / tidak kasar. Lalu kemana saja kita selama hidup ini yang sudah memakai segala ciptaanNya dan bahkan menggunakan tanpa permisi, bahkan terkadang merusaknya. Sadarkah kita suatu saat nanti kita kembali padaNya? Lalu apa yang akan kita katakan nanti bila kita berjumpa denganNya? Minta maaf?..... atau mengucapkan kata terimakasih?
Pelajaran baik untuk kita semua, bisakah kita mencoba/ berusaha melakukan yang terbaik bagi sesama tanpa minta balasan. Andai kita berbuat sesuatu yang bisa menyenangkan banyak orang, lalu ada yang meremehkan atau menghina pekerjaan kita, bisakah kita tetap tenang, seperti Dia telah memberi contoh untuk kita. Bukankah banyak hal baik yang Dia berikan untuk kita terkadang kita mencampakkannya? Bila kita masih mudah sakit hati atau menerima caci maki dari orang lain dengan amarah kita, maka sebenarnya kita minta penghargaan atas segala sesuatu yang telah kita lakukan. Karena kita menganggap orang yang mengejek kita tidak tahu diri atau kurang mau mengerti atas segala keberhasilan kita. Dan kita sebenarnya tak ubahnya dengan para pendosa yang bisa berbuat baik pada orang yang mau mengerti dengannya.
Belum terlambat untuk memperbaiki diri dan mari berusaha melakukan segala sesuatu dengan tanpa pamrih, sehingga tercipta suasana damai seperti kita harap bersama untuk selalu hidup damai sekarang dan di akhir nanti. Tuhan tidak pernah tinggalkan kita, tapi kita yang sering melupakan Dia dan meninggalkanNya, dan setelah kita jatuh baru kita kembali padaNya. Untuk itu, anggap saja kita sekarang jatuh, lalu kita bangkit dan kembali padaNya ( bertobat) sebelum kita tidak bisa lagi berkata " ampuni kami Tuhan "
Manusia banyak melakukan penelitian dan penemuan baru yang bermanfaat bagi banyak orang, penghargaan dan jasa selalu diberikan bagi siapa saja yang berhasil menemukan sesuatu yang berguna bagi masyarakat luas. Bahkan manusia berlomba dan berkompetisi untuk menjadi nomor satu, sehingga dunia akan mengenalnya sebagai ilmuwan atau scientis. Pernahkah kita berfikir, siapa yang membuat tanaman menjadi banyak dan setiap hari ada suasana baru yang penuh dengan segala kebutuhan hidup untuk semua makhluk hidup? Dan siapa Yang menyediakan itu semua? Dan mengapa kita tidak menyediakan penghargaan untukNya?
Dia memberi tanpa pamrih, Dia membuat banyak hal tanpa minta imbalan dan bayaran, Dia melakukan semuanya itu dengan Kasih, bukan ingin diberi tepuk tangan meriah, Dia yang tidak pernah menyakiti, Dia yang selalu ada setiap kita memanggilNya, Dia bersikap adil dan penuh kelembutan menyapa kita / tidak kasar. Lalu kemana saja kita selama hidup ini yang sudah memakai segala ciptaanNya dan bahkan menggunakan tanpa permisi, bahkan terkadang merusaknya. Sadarkah kita suatu saat nanti kita kembali padaNya? Lalu apa yang akan kita katakan nanti bila kita berjumpa denganNya? Minta maaf?..... atau mengucapkan kata terimakasih?
Pelajaran baik untuk kita semua, bisakah kita mencoba/ berusaha melakukan yang terbaik bagi sesama tanpa minta balasan. Andai kita berbuat sesuatu yang bisa menyenangkan banyak orang, lalu ada yang meremehkan atau menghina pekerjaan kita, bisakah kita tetap tenang, seperti Dia telah memberi contoh untuk kita. Bukankah banyak hal baik yang Dia berikan untuk kita terkadang kita mencampakkannya? Bila kita masih mudah sakit hati atau menerima caci maki dari orang lain dengan amarah kita, maka sebenarnya kita minta penghargaan atas segala sesuatu yang telah kita lakukan. Karena kita menganggap orang yang mengejek kita tidak tahu diri atau kurang mau mengerti atas segala keberhasilan kita. Dan kita sebenarnya tak ubahnya dengan para pendosa yang bisa berbuat baik pada orang yang mau mengerti dengannya.
Belum terlambat untuk memperbaiki diri dan mari berusaha melakukan segala sesuatu dengan tanpa pamrih, sehingga tercipta suasana damai seperti kita harap bersama untuk selalu hidup damai sekarang dan di akhir nanti. Tuhan tidak pernah tinggalkan kita, tapi kita yang sering melupakan Dia dan meninggalkanNya, dan setelah kita jatuh baru kita kembali padaNya. Untuk itu, anggap saja kita sekarang jatuh, lalu kita bangkit dan kembali padaNya ( bertobat) sebelum kita tidak bisa lagi berkata " ampuni kami Tuhan "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar